Panaskan Mesin Kader Demokrasi! Saka Adhyasta Pemilu Kota Magelang Siapkan Generasi Pengawal Pemilu dari Bangku Sekolah
|
Kota Magelang — Semangat kepanduan dan kecintaan terhadap demokrasi berpadu dalam kegiatan Pelatihan Lanjutan Kader Saka Adhyasta Pemilu Kota Magelang yang digelar di Pangkalan Cakra Demokrasi, Kantor Bawaslu Kota Magelang hari Kamis 24 September. Selama dua jam, puluhan kader dari berbagai SMA/SMK/MA di Kota Magelang berkumpul untuk mengasah kepemimpinan, kepedulian dan kemampuan menjadi Pengawas Partisipatif sejak usia muda.
Kegiatan dibuka oleh Pimpinan Saka AQ. Zakariya, S.HI., C.Med., didampingi Majelis Pembimbing Saka (MABI) Maludin Taufik, S.IP., serta Sekretaris Saka Rivaldo SIP. (Edo). Kehadiran para pimpinan disambut antusias oleh para kader yang siap melanjutkan proses pendidikan pengawasan partisipatif.
Dalam arahannya, Kak AQ. Zakariya menegaskan bahwa Adhyasta berarti penjaga atau pengawal. Karena itu, anggota Saka Adhyasta Pemilu bukan sekadar Pramuka, tetapi generasi yang dipersiapkan menjadi pelopor demokrasi yang jujur, berani dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Demokrasi tidak hanya dijaga saat hari pemungutan suara. Demokrasi dijaga setiap hari melalui kejujuran, kepedulian dan keberanian mengatakan yang benar,” pesannya kepada para kader.
Peserta juga diajak mengenali potensi diri, membangun karakter kepemimpinan, serta memahami bagaimana pemilih pemula memiliki peran besar dalam menciptakan budaya pengawasan yang lahir dari kesadaran masyarakat sendiri.
Sesi inti diisi dengan pengenalan Krida Saka Adhyasta Pemilu oleh para koordinator bidang, yaitu:
Kak Andre — Krida Pengawasan
Kak Sukma — Krida Pencegahan
Kak Prabowo — Krida Penanganan Pelanggaran
Melalui pemaparan tersebut, para kader memahami bahwa setiap krida memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga integritas pemilu, mulai dari edukasi masyarakat, pengawasan lapangan hingga pemahaman terhadap penanganan dugaan pelanggaran.
Tak berhenti pada pelatihan, pertemuan ini juga menjadi forum merumuskan tindak lanjut Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang telah digodok bersama pimpinan Saka. Berbagai gagasan baru muncul, termasuk agenda pelatihan berikutnya yang akan lebih kreatif dan menyentuh kalangan pelajar di Kota Magelang.
Sebagai penutup, seluruh kader berkolaborasi membuat konten Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertema Pramuka, kepedulian sosial hingga pengawasan demokrasi. Konten tersebut diharapkan menjadi media kampanye positif agar semakin banyak generasi muda tergerak menjaga demokrasi secara sukarela.
Melalui Saka Adhyasta Pemilu, Bawaslu Kota Magelang menegaskan bahwa masa depan demokrasi tidak hanya dibangun oleh penyelenggara, tetapi juga oleh kader-kader muda yang berani menjadi penjaga integritas bangsa.
Penulis : Humas