Lompat ke isi utama

Berita

Jujur Meski Tak Diawasi! Bawaslu Kota Magelang Guncang SMKN 3 dengan Gerakan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Kota Magelang melakukan Konsolidasi Demokrasi di SMK N 3 Kota Magelan

Bawaslu Kota Magelang melakukan Konsolidasi Demokrasi di SMK N 3 Kota Magelan

Kota Magelang — 23 September 2026, Semangat demokrasi bersih menggema di aula SMKN 3 Kota Magelang saat Bawaslu Kota Magelang menggelar Bawaslu Go to School sebagai upaya pencegahan pelanggaran pemilu melalui pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, mulai pukul 13.00 WIB, disambut hangat oleh guru bidang kesiswaan dan puluhan siswa yang mengikuti acara dengan antusias.

Mengusung konsep edukatif sekaligus menyenangkan, kegiatan dipandu oleh Rivaldo (Edo) bersama tim Sekretariat Bawaslu Kota Magelang serta didukung mahasiswa MBKM Universitas Tidar yang menjalankan magang pada bidang kehumasan Bawaslu. 

Narasumber utama, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kota Magelang AQ. Zakariya, SHI. C.Med., mengajak para siswa memahami bahwa praktik demokrasi di Indonesia sesungguhnya telah mereka alami melalui pemilihan Ketua OSIS.

“Kalau kalian ingin memahami demokrasi, lihatlah pemilihan Ketua OSIS. Ada calon, ada kampanye, ada pemilih, ada aturan, dan yang terpenting adalah kejujuran. Dari sekolah inilah budaya demokrasi yang sehat dibangun,” ungkap Zakariya.

Dengan gaya penyampaian yang energik, komunikatif dan dekat dengan dunia remaja, Zakariya menghidupkan suasana sehingga siswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai praktik demokrasi di lingkungan sekolah.

Dalam sesi utama, Bawaslu menanamkan lima nilai yang menjadi fondasi Pengawas Partisipatif:

- JUJUR, tetap berintegritas meski tidak ada yang mengawasi.

- BERANI, menolak segala bentuk politik uang dan melaporkannya.

- TIDAK MENYEBARKAN HOAKS, serta bijak menggunakan media sosial.

- PEDULI, terhadap setiap dugaan pelanggaran demokrasi.

- BERSAMA-SAMA, menjaga Kota Magelang agar tetap melahirkan demokrasi yang bersih dan bermartabat.

Zakariya menegaskan bahwa pengawas partisipatif bukanlah profesi, melainkan kesadaran warga negara untuk ikut menjaga kualitas demokrasi.

Suasana semakin meriah ketika sesi tanya jawab dibuka. Para siswa berlomba menjawab pertanyaan seputar politik uang, hoaks, hingga mekanisme pelaporan pelanggaran kepada Bawaslu. Berbagai doorprize dibagikan kepada peserta yang aktif, membuat jalannya edukasi terasa santai namun sarat makna.

Guru bidang kesiswaan SMKN 3 Kota Magelang memberikan apresiasi atas metode pembelajaran yang digunakan Bawaslu karena dinilai mampu menghadirkan pendidikan demokrasi yang relevan dengan kehidupan pelajar.

Melalui Bawaslu Go to School, Bawaslu Kota Magelang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga menjadi pelopor Pengawas Partisipatif — berani berkata jujur, menolak politik uang, melawan hoaks, dan bersama-sama menjaga demokrasi Kota Magelang tetap bersih.

Penulis : Humas