Dari Layar ke Keberanian: Bawaslu Kota Magelang Tanamkan Semangat Tolak Politik Uang kepada Pemilih Pemula
|
Kota Magelang — Bawaslu Kota Magelang kembali membumikan semangat pengawasan partisipatif melalui program Bawaslu Go to School yang digelar pada Selasa (22/9/2026). Bertempat di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Magelang, kegiatan berlangsung khidmat namun penuh antusiasme dengan diikuti para pemilih pemula dalam suasana dialogis dan interaktif.
Kegiatan diawali dengan pemutaran film profil Bawaslu Kota Magelang sebagai pengenalan lembaga, tugas pokok, fungsi, serta peran Bawaslu dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Melalui tayangan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa pengawasan demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat AQ. Zakariya, S.HI. kemudian mengulas makna film edukatif “Swara Batin”. Ia menjelaskan bahwa film tersebut mengangkat kisah seorang warga yang dilanda kebimbangan saat menyaksikan dugaan praktik politik uang yang dilakukan oleh oknum ASN kepada calon pemilih.
“Swara Batin menggambarkan pergulatan nurani masyarakat. Diam berarti membiarkan pelanggaran terjadi, sedangkan keberanian menolak dan melapor merupakan bentuk nyata menjaga integritas demokrasi,” terang Zakariya.
Dalam alur cerita, tokoh masyarakat akhirnya menyadari bahwa politik uang bukanlah hal yang boleh ditoleransi. Bersama warga lainnya, mereka menolak pemberian tersebut dan memilih melaporkan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu, sebagai wujud pengawasan partisipatif yang berani dan bertanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Magelang Maludin Taufik, S.IP. serta Sylvia Ayu Paramita, S.IP. Keduanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi.
Sesi dialog menjadi bagian paling menarik. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar politik uang, pelanggaran pemilu, hingga mekanisme pelaporan ke Bawaslu. Dengan pendampingan seluruh staf Bawaslu Kota Magelang, diskusi berlangsung hidup dan mendorong keberanian generasi muda untuk menjadi pelopor demokrasi yang berintegritas.
Melalui Bawaslu Go to School, Bawaslu Kota Magelang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah, sehingga lahir pemilih pemula yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berani mengawasi, menolak pelanggaran, dan melaporkan demi terwujudnya Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis : Humas