Lompat ke isi utama

Berita

Perempuan Berdaya, Demokrasi Berjaya: Bawaslu Kota Magelang Gelar NGASEP Spesial Hari Kartini

Bawaslu Kota Magelang Menggelar Podcast NGASEP dengan tema Karini

Bawaslu Kota Magelang Menggelar Podcast NGASEP dengan tema Karini

Kota Magelang – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bawaslu Kota Magelang menggelar kegiatan NGASEP (Ngobrol Asik Seputar Pemilu) dengan tema “Perempuan Berdaya, Demokrasi Berjaya” pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Magelang, Sylvia Ayu Paramita, sebagai narasumber dan dipandu oleh Desti Permitasari, Staff Bawaslu Kota Magelang.

Diselenggarakan dengan nuansa Hari Kartini, kegiatan NGASEP kali ini membahas pentingnya peran perempuan dalam penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif pemilu. Dalam pembukaannya, Desti Permitasari menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, baik sebagai pemilih, penyelenggara, maupun pengawas partisipatif.

Sylvia Ayu Paramita menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat harus bersifat inklusif dan tidak boleh ada bias gender di dalamnya. Menurutnya, perempuan memiliki hak dan porsi yang sama untuk terlibat dalam pembangunan demokrasi dan pengawasan pemilu.

“Sebagai perempuan, kita memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam pengawalan demokrasi. Kehadiran perempuan bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi memiliki peran yang krusial di mana pun dia berada,” ungkap Sylvia.

Dalam kesempatan tersebut, Sylvia juga membagikan perjalanan dirinya di dunia pengawasan pemilu yang dimulai sejak menjadi pemantau pemilu saat masih menjadi mahasiswa hingga akhirnya menjadi Anggota Bawaslu Kota Magelang. Ia menilai bahwa perempuan memiliki pendekatan yang khas dalam dunia pengawasan, yakni lebih humanis dan persuasif dalam menyelesaikan persoalan.

“Kehadiran perempuan di dunia pengawasan mampu meredam tensi dalam penyelesaian sengketa maupun penanganan pelanggaran. Perempuan hadir bukan menunjukkan kelemahan, tetapi untuk merangkul tanpa meninggalkan regulasi,” jelasnya.

Selain membahas tantangan perempuan dalam dunia pengawasan, Sylvia juga menyoroti masih adanya diskriminasi dan stereotip terhadap perempuan di dunia politik. Menurutnya, perempuan harus memiliki keyakinan bahwa mereka setara dan mampu menunjukkan kapasitasnya, terutama dalam penguasaan regulasi kepemiluan.

“Ketika ingin dianggap setara, perempuan juga harus membuktikan kapasitas dan kompetensinya. Penguasaan regulasi menjadi salah satu kunci utama,” tambahnya.

Pada diskusi tersebut, dibahas pula fenomena politik uang dan penyebaran hoaks yang sering menyasar kelompok perempuan. Untuk itu, Bawaslu Kota Magelang terus menggandeng berbagai organisasi perempuan seperti PKK, GOW, Dharma Wanita Persatuan, hingga Bhayangkari dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif dan pendidikan politik di masyarakat.

Sylvia menegaskan bahwa perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya dalam memberikan pendidikan politik yang benar dan sehat.

“Kami ingin perempuan menjadi subjek bagi dirinya sendiri, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, dan turut menjadi pengawas partisipatif di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Sylvia mengajak seluruh perempuan di Kota Magelang untuk tidak takut terhadap dunia politik dan pengawasan pemilu. Ia berharap perempuan dapat terus berdaya dan aktif mengambil bagian dalam menjaga demokrasi.

“Jangan jadikan politik sebagai sesuatu yang menakutkan. Satu suara yang dimiliki sangat menentukan masa depan bangsa. Jangan pernah tergiur politik uang karena itu mempertaruhkan masa depan kita bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan NGASEP ini, Bawaslu Kota Magelang berharap semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya keterlibatan aktif dalam demokrasi serta mampu menjadi bagian dari pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Kota Magelang.

Penulis : Humas