Tanamkan Jiwa Pengawas Sejak Dini, Bawaslu Kota Magelang Gembleng Saka Adhyasta Pemilu
|
Kota Magelang – Semangat membangun demokrasi yang bersih dan berintegritas terus ditanamkan kepada generasi muda. Sebagai upaya memperkuat kesadaran demokrasi sekaligus membangun budaya pengawasan yang aktif di tengah masyarakat, Bawaslu Kota Magelang menyelenggarakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bagi anggota Saka Adhyasta Pemilu Kota Magelang di Pendopo Pengabdian pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh peserta dari berbagai pangkalan, yakni SMKN 1 Magelang, SMKN 2 Magelang, SMAN 2 Magelang, SMAN 4 Magelang, MAN Kota Magelang, dan Racana Universitas Tidar (Untidar). Kehadiran para peserta menunjukkan antusiasme generasi muda untuk turut mengambil bagian dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Acara dibuka oleh kakak Nur Kholiq, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, yang dalam arahannya menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kekuatan besar dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sejak dini.
"Kami berharap adik-adik Saka Adhyasta tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menularkan semangat pengawasan di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa," pesannya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Magelang, Kakak Hamzah Kholifi, yang menyampaikan bahwa nilai-nilai kepramukaan seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan kepedulian sangat selaras dengan semangat pengawasan pemilu.
Menurutnya, Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah yang tepat untuk membentuk karakter generasi muda agar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menjaga integritas demokrasi.
Turut memberikan arahan, Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu Kota Magelang, Kakak Maludin Taufiq, bersama Anggota Bawaslu Kota Magelang Sylvia Ayu P. serta Pimpinan Saka Adhyasta Pemilu Kota Magelang, A. Zakariya, yang menegaskan bahwa pendidikan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter pengawas partisipatif yang berintegritas, berani, dan bertanggung jawab.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan enam materi utama yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengawasan pemilu, yaitu: Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Pengembangan Pengawasan Partisipatif, Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu.
Teknis Penguatan dan Pemberdayaan Komunitas, Teknis Penguatan dan Pengembangan Jaringan Pengawas Partisipatif, Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital.
Melalui penyampaian materi yang interaktif, diskusi, serta studi kasus, peserta diajak memahami berbagai potensi pelanggaran pemilu, cara melakukan pencegahan, mekanisme pelaporan hingga pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas gerakan pengawasan partisipatif.
Tidak hanya memperoleh wawasan, para anggota Saka Adhyasta juga didorong menjadi pelopor pengawasan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengajak teman sebaya untuk lebih peduli terhadap proses demokrasi, menangkal penyebaran hoaks, menolak politik uang, serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
Bagi Bawaslu Kota Magelang, investasi terbesar dalam menjaga demokrasi bukan hanya melalui pengawasan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga melalui pendidikan politik yang berkelanjutan kepada generasi muda. Dengan membangun kesadaran sejak dini, diharapkan akan lahir generasi yang tidak apatis terhadap demokrasi, melainkan menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kota Magelang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas gerakan pengawasan partisipatif sebagai fondasi demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. Bersama Saka Adhyasta Pemilu, semangat mengawasi bukan hanya menjadi tugas penyelenggara, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
Bersama generasi muda, mari wujudkan demokrasi yang lebih kuat melalui pengawasan partisipatif. Karena demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli, berani mengawasi, dan aktif menjaga integritas pemilu.
Penulis : Humas