Lompat ke isi utama

Berita

NGASEP : Menjaga Integritas Pemilu di Tengah Keterbatasan Anggaran

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan podcast dengan tema Menjaga Integritas Pemilu di Tengah Keterbatasan Anggaran pada 7 Mei 2026

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan podcast dengan tema Menjaga Integritas Pemilu di Tengah Keterbatasan Anggaran pada 7 Mei 2026

Kota Magelang – Bawaslu Kota Magelang kembali menggelar kegiatan NGASEP (Ngobrol Asik Seputar Pemilu) dengan tema “Menjaga Integritas Pemilu di Tengah Keterbatasan Anggaran”. Kegiatan yang dikemas dalam format podcast ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Magelang, Maludin Taufiq, sebagai narasumber dan dipandu oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Magelang, Rivaldo Noval P.S. melalui khanal youtube pada 7 Mei 2026.

Dalam podcast tersebut, Maludin Taufiq menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dialami berbagai lembaga pemerintah, termasuk Bawaslu, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pengawasan pemilu. Menurutnya, Bawaslu tetap memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjaga integritas pemilu melalui berbagai program pengawasan, pencegahan pelanggaran, pendidikan politik, dan penguatan partisipasi masyarakat.

“Integritas pemilu harus tetap dijaga agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipilih rakyat secara jujur, adil, dan transparan. Karena itu, meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran, Bawaslu harus terus bergerak dan melakukan berbagai upaya penyadaran kepada masyarakat,” ujar Maludin.

Dalam diskusi tersebut, Maludin menjelaskan bahwa salah satu strategi yang dilakukan Bawaslu Kota Magelang adalah melakukan transformasi pengawasan dari yang bersifat struktural menjadi pengawasan kolaboratif dan partisipatif. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam mengawasi proses demokrasi, sehingga pengawasan tidak hanya bertumpu pada lembaga penyelenggara pemilu semata.

Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi solusi yang efektif di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran. Dengan memperkuat jejaring bersama berbagai pemangku kepentingan, komunitas, mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan, Bawaslu dapat memperluas jangkauan pendidikan politik dan pengawasan kepada masyarakat.

Selain itu, Bawaslu Kota Magelang juga terus mendorong peningkatan kapasitas internal sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan antarpegawai. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga kualitas kelembagaan tanpa harus bergantung pada anggaran yang besar.

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam podcast tersebut adalah Saka Adhyasta Pemilu, yang saat ini tengah dikembangkan sebagai wadah penguatan pengawasan partisipatif bagi generasi muda. Maludin menjelaskan bahwa pelibatan anggota Pramuka melalui Saka Adhyasta Pemilu diharapkan mampu menjadi sarana edukasi politik sekaligus memperluas jaringan pengawasan hingga ke tingkat masyarakat.

“Pemilu yang berkualitas membutuhkan keterlibatan masyarakat. Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kami ingin menyiapkan generasi muda agar memiliki kesadaran demokrasi yang baik dan mampu menjadi agen penyebar nilai-nilai kepemiluan yang positif,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maludin juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi Bawaslu, yakni maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran informasi palsu semakin mudah dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi maupun lembaga penyelenggara pemilu.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bawaslu Kota Magelang terus memperkuat literasi digital serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Bawaslu dalam mendeteksi, mengidentifikasi, dan menangkal informasi yang menyesatkan.

Maludin menegaskan bahwa hoaks harus dilawan dengan edukasi dan penyebaran informasi yang benar. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu instrumen penting dalam menyampaikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Media sosial saat ini menjadi sarana yang sangat efektif. Hampir semua orang mengakses media sosial setiap hari. Karena itu, Bawaslu harus hadir di ruang digital dengan konten-konten edukatif, kreatif, dan informatif,” ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa publikasi kegiatan melalui media sosial menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kerja-kerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu. Dengan keterbukaan informasi dan publikasi yang konsisten, masyarakat dapat mengetahui berbagai upaya yang telah dilakukan Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi.

Menutup podcast NGASEP tersebut, Maludin mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk tetap optimistis menghadapi masa efisiensi anggaran. Menurutnya, keterbatasan justru dapat menjadi pemicu munculnya kreativitas dan inovasi dalam menjalankan tugas pengawasan.

“Kondisi efisiensi bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Justru dalam keadaan seperti ini kreativitas dan inovasi harus terus ditingkatkan. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat harus terus diperkuat demi mewujudkan pemilu yang berintegritas,” pungkasnya.

Podcast NGASEP ini menjadi salah satu bentuk komitmen Bawaslu Kota Magelang dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya menjaga integritas pemilu menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.

Salam Awas! Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

Penulis : Humas