Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Moralitas dan Integritas Dalam Pengawasan Demokrasi Sebagai Pandangan Penutup Dalam Mimbar Pengawasan Ramadhan

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Mimbar Pengawasan Ramadhan Part 6 dengan Tema Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Moral Pengawasan Demokrasi dan Hukum Kepemiluan Berintegritas

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Mimbar Pengawasan Ramadhan Part 6 dengan Tema Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Moral Pengawasan Demokrasi dan Hukum Kepemiluan Berintegritas

Kota Magelang – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang edukatif dan reflektif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang kembali menyelenggarakan program Mimbar Pengawasan Ramadhan sebagai bagian dari Ngabuburit Pengawasan pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Kota Magelang dan menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Magelang, Abdul Qohir Zakariya, sebagai narasumber utama dalam penyampaian tausiyah atau kuliah tujuh menit (khultum).

Mengangkat tema “Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Moral Pengawasan Demokrasi dan Hukum Kepemiluan Berintegritas”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Magelang dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tugas dan fungsi pengawasan pemilu. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi bahwa keberhasilan pengawasan demokrasi tidak hanya ditentukan oleh perangkat hukum dan kelembagaan, tetapi juga oleh kekuatan moral dan integritas para pelaksana serta partisipasi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Abdul Qohir Zakariya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kualitas diri, baik secara spiritual maupun moral. Beliau menekankan bahwa ibadah puasa mengajarkan nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, kesabaran, pengendalian diri, serta tanggung jawab, yang semuanya memiliki relevansi erat dengan prinsip-prinsip pengawasan demokrasi.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kita untuk menjaga integritas, menahan diri dari perbuatan yang menyimpang, serta membangun kejujuran dalam setiap tindakan. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam pengawasan pemilu agar dapat berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam konteks hukum kepemiluan, integritas menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tanpa adanya integritas, penegakan hukum akan kehilangan makna, dan potensi pelanggaran akan semakin sulit dicegah. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh pihak, baik penyelenggara pemilu maupun masyarakat, untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak dalam memperbaiki dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan kejujuran.

Abdul Qohir juga menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari sistem demokrasi yang sehat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung tugas Bawaslu, khususnya dalam mengawasi jalannya pemilu dan melaporkan apabila terdapat dugaan pelanggaran. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga kualitas demokrasi.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga demokrasi. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan menjadi kunci untuk menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas. Ramadhan ini adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran tersebut,” tambahnya.

Selain itu, dalam tausiyahnya juga disampaikan bahwa nilai-nilai keislaman seperti amanah, keadilan, dan tanggung jawab sejalan dengan prinsip-prinsip dasar dalam penyelenggaraan pemilu. Dengan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, diharapkan setiap individu yang terlibat dalam proses demokrasi dapat menjalankan perannya secara profesional dan beretika.

Kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Kota Magelang untuk terus melakukan inovasi dalam pendekatan pengawasan, tidak hanya melalui aspek teknis dan regulatif, tetapi juga melalui pendekatan kultural dan spiritual. Dengan memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Bawaslu Kota Magelang berupaya menjangkau masyarakat yang lebih luas, sehingga pesan-pesan pengawasan dapat diterima secara lebih efektif dan inklusif.

Program ini juga menjadi ruang dialog yang konstruktif antara Bawaslu dan masyarakat, sekaligus sarana edukasi publik terkait pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses demokrasi. Harapannya, melalui kegiatan ini, nilai-nilai moral yang diperkuat selama bulan Ramadhan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks pengawasan pemilu.

Dengan terselenggaranya Mimbar Pengawasan Ramadhan ini, Bawaslu Kota Magelang berharap dapat terus mendorong terwujudnya demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substantif, yang dilandasi oleh nilai-nilai moral, integritas, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Penulis : Humas