Mimbar Pengawasan Ramadhan Jilid 2, Tekankan Nilai Keadilan dan Kejujuran dalam Demokrasi di Bawaslu Kota Magelang
|
Kota Magelang – Bawaslu Kota Magelang kembali menggelar kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan sebagai bagian dari program Ngabuburit Pengawasan pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Magelang dan diisi oleh Anggota Bawaslu Kota Magelang, Sylvia Ayu Paramita.
Dalam kultum yang disampaikan, Sylvia Ayu Paramita mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter, tidak hanya dalam aspek ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan penyucian diri, penguatan nilai keadilan, serta kejujuran yang sangat relevan dengan proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai inilah yang harus kita wujudkan dalam kehidupan demokrasi,” ujar Sylvia dalam pemaparannya.
Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa ayat 135 yang menegaskan kewajiban untuk menegakkan keadilan, bahkan terhadap diri sendiri. Dalam konteks pemilu, menurutnya, hal tersebut berarti menjunjung tinggi kejujuran, menolak segala bentuk kecurangan, tidak terlibat politik uang, tidak menyebarkan fitnah, serta tidak melakukan tindakan yang memicu perpecahan.
Sylvia juga mengingatkan bahwa memberikan suara dalam pemilu merupakan amanah yang harus dijaga. Mengacu pada Surat An-Nisa ayat 58, ia menegaskan bahwa amanah harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, memastikan pemilu berjalan sesuai regulasi, jujur, dan adil bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Sylvia menyoroti bahwa sengketa pemilu kerap muncul akibat lunturnya sikap saling menghormati dan hilangnya kejujuran. Mengutip Surat Hud ayat 85, Sylvia menegaskan larangan merugikan hak orang lain, termasuk dalam bentuk manipulasi data, perampasan hak suara, penyebaran hoaks, maupun tindakan yang memecah belah persatuan.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa. Semangat ini harus kita bawa dalam setiap tahapan pemilu, dengan mengedepankan etika, menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme hukum yang sah dan damai, serta tetap menjaga persaudaraan meskipun berbeda pilihan,” tambahnya.
Di akhir penyampaian, Sylvia menekankan bahwa kemenangan sejati dalam demokrasi bukan semata soal siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan tentang tegaknya nilai keadilan, kejujuran, dan tetap terjaganya persatuan.
Melalui Mimbar Pengawasan Ramadhan ini, Bawaslu Kota Magelang berharap masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi dan bersama-sama mewujudkan pemilu yang adil, jujur, dan bermartabat.
Penulis : Humas