Mimbar Pengawasan Episode 3 : Tekankan Nilai Amanah dan Keadilan dalam Tugas Pengawasan
|
Kota Magelang — Bawaslu Kota Magelang menggelar kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan sebagai bagian dari program Ngabuburit Pengawasan pada 5 Februari 2026. Kegiatan tersebut disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Magelang dan diisi oleh Ketua Bawaslu Kota Magelang, Maludin Taufiq dengan tema “Menjadi Pengawas yang Amanah: Spirit QS. An-Nisa Ayat 58 Dalam Tugas Kebawasluan.”
Dalam tausiyah singkat (kultum) yang disampaikan, Maludin Taufiq menekankan pentingnya nilai amanah dan keadilan sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Ia mengawali penyampaian dengan mengutip QS. An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan umat manusia untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak serta menetapkan hukum secara adil.
Menurutnya, dua nilai tersebut merupakan ruh dari tugas pengawasan pemilu yang dijalankan oleh Bawaslu. Ia menjelaskan bahwa amanah menjadi fondasi moral bagi setiap pengawas pemilu dalam menjalankan tanggung jawabnya yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dimensi konstitusional dan moral.
“Sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tugas pengawasan bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik di hadapan publik maupun di hadapan Allah SWT,” jelas Maludin.
Beliau juga mengingatkan bahwa nilai amanah dalam lingkungan Bawaslu tercermin melalui berbagai sikap, seperti menjaga netralitas, tidak menyalahgunakan kewenangan, tidak membocorkan informasi strategis, serta tidak terpengaruh oleh kepentingan politik maupun relasi personal.
Selain amanah, Maludin menegaskan pentingnya keadilan dalam proses pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilu. Ia menyampaikan bahwa pengawas pemilu harus mampu memproses laporan secara objektif tanpa diskriminasi serta berani menindak pelanggaran meskipun menghadapi tekanan dari berbagai pihak.
Menurutnya, tantangan tersebut sering kali muncul terutama di daerah dengan hubungan sosial masyarakat yang dekat seperti di Kota Magelang, sehingga integritas dan netralitas pengawas pemilu benar-benar diuji.
Lebih lanjut, Maludin mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk memaknai tugas pengawasan sebagai bagian dari amal saleh dan bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Ia menilai bahwa upaya pencegahan pelanggaran, penyusunan rekomendasi, hingga penyelesaian sengketa pemilu merupakan bagian dari menjaga kemurnian proses demokrasi.
Menutup tausiyahnya, Maludin berharap bulan Ramadhan dapat menjadi momentum untuk memperkuat integritas seluruh jajaran pengawas pemilu.
“Jabatan ada batasnya, masa tugas ada akhirnya, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah tidak pernah berhenti. Mari jadikan Ramadhan sebagai madrasah integritas untuk memperkuat komitmen menjadi pengawas yang amanah dan adil,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan, Bawaslu Kota Magelang berharap dapat menanamkan nilai-nilai integritas dan spiritualitas dalam pelaksanaan tugas pengawasan, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Penulis : Humas