Menuju Pemilu Berkualitas 2029, Bawaslu Kota Magelang Perkuat Sinergi dengan Cabang Dinas Pendidikan
|
Kota Magelang — Bawaslu Kota Magelang menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam rangka memperkuat penyelenggaraan pemilihan umum di luar tahapan, bertempat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Magelang, Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Magelang, Maludin Taufiq, beserta jajaran staf yang bertugas yakni Rizki, Yangky, dan Mellisa. Kehadiran Bawaslu Kota Magelang disambut langsung oleh Ainur Rojik dan Khamidin dari Cabang Dinas Pendidikan Magelang.
Konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas serta menjalin kerja sama yang baik antara Bawaslu Kota Magelang dan Cabang Dinas Pendidikan Kota Magelang, khususnya dalam pelaksanaan sosialisasi pengawasan pemilu sebagai sarana menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Fokus utama pembahasan adalah memperkenalkan literasi kepemiluan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, terutama terkait hak pilih mereka pada Pemilu Tahun 2029.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas program “Go to School” sebagai upaya literasi kepemiluan yang menyasar siswa SMA dan generasi muda (Gen Z). Hal ini didasarkan pada proyeksi bahwa lebih dari 50% pemilik hak pilih pada Pemilu 2029 merupakan generasi muda. Oleh karena itu, peran strategis Gen Z menjadi perhatian utama dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Adapun prosedur koordinasi yang disepakati yakni Bawaslu Kota Magelang akan mengirimkan surat resmi kepada Dinas Pendidikan atau sekolah terkait, kemudian Cabang Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti dengan menerbitkan Nota Dinas kepada masing-masing satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi harus memperhatikan agar tidak mengganggu jam belajar serta disesuaikan dengan jadwal ujian maupun kalender akademik sekolah.
Materi yang akan disampaikan oleh Bawaslu Kota Magelang dalam program tersebut difokuskan pada pendidikan anti-politik uang, pencegahan hoaks, serta penguatan pengawasan partisipatif. Program ini dikemas dalam inisiatif “Bawaslu Goes To School” dan “Bawaslu Goes to Kampus” yang bertujuan memberikan literasi kepemiluan bagi pelajar SMA dan mahasiswa.
Selain itu, disepakati bahwa sosialisasi akan dimulai lebih awal mengingat tahapan Pemilu diperkirakan dimulai pada pertengahan tahun 2027. Pemberian literasi sejak tingkat SMA diharapkan mampu memotong mata rantai praktik politik uang serta membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap proses demokrasi. Bawaslu Kota Magelang juga menegaskan pentingnya memantau proses perekrutan generasi muda oleh partai politik agar tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak etis dalam kepemiluan.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kota Magelang menekankan pentingnya memperkuat hubungan dan membangun kesamaan persepsi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai fondasi pengawasan serta peningkatan partisipasi publik ke depan. Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan semangat pengawasan pemilu di masa mendatang.
Sebagai lembaga pengawal demokrasi, Bawaslu Kota Magelang berkomitmen untuk tetap konsisten menjalankan tugas dan kewenangannya. Melalui konsolidasi dan kolaborasi lintas sektor, Bawaslu Kota Magelang terus berupaya melakukan perbaikan demi mewujudkan pemilu yang semakin berkualitas, berintegritas, dan lebih baik di masa mendatang.
Penulis : Humas