Lompat ke isi utama

Berita

Menguatkan Tata Kelembagaan Berintegritas, Pesan Inspiratif dari Mimbar Pengawasan Ramadhan Bawaslu

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Mimbar Pengawasan Ramadhan Dengan Tema "Dari Regulasi ke Kolaborasi : Membangun Tata Kelola Kelembagaan yang Amanah dan Berintegritas"

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Mimbar Pengawasan Ramadhan Dengan Tema "Dari Regulasi ke Kolaborasi : Membangun Tata Kelola Kelembagaan yang Amanah dan Berintegritas"

Kota Magelang – Bawaslu Kota Magelang kembali menggelar kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan sebagai bagian dari program Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kota Magelang. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 ini menghadirkan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Magelang, Rivaldo Noval Putra Santosa, sebagai pengisi kultum dengan tema “Dari Regulasi ke Kolaborasi: Membangun Tata Kelola Kelembagaan yang Amanah dan Berintegritas.”

Dalam penyampaiannya, Rivaldo Noval Putra Santosa menekankan bahwa tata kelola kelembagaan yang baik tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi, prosedur kerja, maupun kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana membangun sistem yang mampu menjaga amanah serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga. 

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa prinsip penting dalam membangun tata kelola kelembagaan yang amanah dan berintegritas. Pertama, regulasi sebagai fondasi amanah. Regulasi dalam sebuah lembaga berfungsi sebagai pagar yang menjaga organisasi dari penyimpangan, konflik kepentingan, serta tindakan yang dapat merusak integritas lembaga. Dengan adanya regulasi yang jelas, lembaga memiliki arah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. 

Kedua, dari kepatuhan menuju kesadaran. Rivaldo menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap aturan tidak seharusnya hanya didasarkan pada ketakutan terhadap sanksi, melainkan dilandasi oleh kesadaran akan tanggung jawab yang diemban. Setiap individu dalam organisasi, baik pimpinan maupun staf, memiliki peran penting sebagai bagian dari satu kesatuan yang saling berkaitan dalam menjalankan amanah lembaga. 

Ketiga, kolaborasi sebagai kekuatan. Dalam konteks kelembagaan, regulasi memberikan arah, sedangkan kolaborasi memberikan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi yang terbuka, koordinasi yang baik, serta kepercayaan antar unsur organisasi menjadi faktor penting dalam membangun kerja sama yang solid sehingga setiap bagian dapat saling menguatkan ketika menghadapi tantangan. 

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa integritas merupakan identitas utama lembaga pengawas pemilu. Integritas mencerminkan konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta keteguhan dalam menjalankan tugas tanpa terpengaruh oleh tekanan maupun kepentingan tertentu. Penguatan sistem kelembagaan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter sumber daya manusia agar lembaga tetap profesional dan terpercaya. 

Sebagai penutup, Rivaldo mengajak seluruh pihak untuk menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk ibadah dengan meluruskan niat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan lembaga tidak hanya diukur dari terselesaikannya laporan atau administrasi, tetapi juga dari terjaganya kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. 

Melalui kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan ini, Bawaslu Kota Magelang berharap nilai-nilai integritas, amanah, serta semangat kolaborasi dapat terus diperkuat dalam pelaksanaan tugas pengawasan, sekaligus menjadi sarana literasi dan refleksi bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Penulis : Humas