Gelar Mimbar Pengawasan Ramadhan, Perkuat Integritas SDM Pengawas Bawaslu Kota Magelang
|
Kota Magelang – Bawaslu Kota Magelang menggelar kegiatan Mimbar Pengawasan Ramadhan sebagai bagian dari program Ngabuburit Pengawasan pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Kota Magelang dan menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Magelang, Maludin Taufiq, sebagai pengisi kultum.
Mengangkat tema “Membangun SDM Berintegritas: Spirit Ramadan untuk Pengawasan yang Bermartabat”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai integritas bagi jajaran pengawas pemilu di Kota Magelang.
Dalam tausiyahnya, Maludin Taufiq menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pembentukan karakter dan peningkatan integritas diri. Ia menekankan bahwa puasa melatih kejujuran karena hanya diri sendiri dan Allah SWT yang mengetahui kualitas ibadah seseorang. Nilai inilah yang menjadi esensi pengawasan sejati.
“Puasa diwajibkan agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. Takwa adalah fondasi utama integritas. Integritas bukan hanya tertulis dalam aturan, tetapi keselarasan antara hati, pikiran, dan tindakan,” ujar Maludin.
Beliau menegaskan bahwa dalam konteks kelembagaan, khususnya di lingkungan Bawaslu Kota Magelang, integritas sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan pengawasan pemilu. Pengawasan tidak sekadar tugas administratif, tetapi amanah konstitusi sekaligus tanggung jawab moral yang akan dipertanggungjawabkan tidak hanya di hadapan publik, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Lebih lanjut, Maludin menguraikan tiga nilai utama Ramadan yang relevan dalam membangun SDM berintegritas. Pertama, kejujuran. Puasa melatih kejujuran personal yang harus tercermin dalam laporan pengawasan, rekomendasi, dan sikap profesional pengawas.
Kedua, amanah dan tanggung jawab. Setiap tugas pengawasan adalah amanah yang berat. Oleh karena itu, pengawas pemilu harus menjunjung tinggi etika, bersikap netral, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
Ketiga, istiqomah dan disiplin. Ramadan mendidik umat Islam untuk disiplin waktu, mulai dari sahur hingga berbuka serta menjaga ketepatan ibadah. Nilai disiplin ini, menurutnya, harus tercermin dalam ketepatan administrasi, akurasi data, dan konsistensi dalam menindaklanjuti pelanggaran.
Di akhir penyampaiannya, Maludin mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kota Magelang menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah kelembagaan. Ia mendorong evaluasi terhadap profesionalitas kerja, independensi dalam pengambilan keputusan, serta komitmen menghadirkan pengawasan yang adil dan bermartabat.
“Pengawasan yang kuat bukan hanya karena regulasi yang kokoh, tetapi karena integritas manusianya. Semoga Ramadan ini menjadi madrasah pembentukan karakter bagi seluruh SDM pengawas, sehingga mampu menghadirkan pengawasan yang berkeadilan dan dipercaya masyarakat,” ujar Maludin.
Melalui Mimbar Pengawasan Ramadhan ini, Bawaslu Kota Magelang berharap nilai-nilai spiritual Ramadan dapat semakin memperkuat komitmen kelembagaan dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Humas