Lompat ke isi utama

Berita

Dari Rumus Piramida Terbalik Hingga Tangkal Media "Pemeras", Staf Bawaslu Kota Magelang Digembleng Penulisan Berita

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema "Optimalisasi Publikasi Kelembagaan melalui Penulisan Berita yang Kreatif dan Komunikatif" pada 5 November 2026

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema "Optimalisasi Publikasi Kelembagaan melalui Penulisan Berita yang Kreatif dan Komunikatif" pada 5 November 2026

Kota Magelang – Dalam upaya memperkuat kualitas publikasi dan kehumasan kelembagaan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kantor Sekretariat Bawaslu setempat pada Kamis, 5 November 2026. Pelatihan ini secara khusus mendatangkan praktisi media berpengalaman, Asef Farid Amani, Jurnalis Suara Merdeka Kedu & DIY, sebagai narasumber utama, yang membawakan tema "Optimalisasi Publikasi Kelembagaan melalui Penulisan Berita yang Kreatif dan Komunikatif".

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kota Magelang, yakni Ketua Maludin Taufiq, Anggota Bawaslu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Sylvia Ayu Paramita, Anggota Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Abdul Qahir Zakariya, Koordinator Sekretariat Rivaldo Noval P.S., serta seluruh jajaran staf kesekretariatan.

Dalam pemaparannya, Asef Farid Amani menekankan pentingnya responsivitas lembaga publik dalam menyajikan informasi di era kekinian.

"Lembaga publik seperti Bawaslu harus mampu beradaptasi dengan transisi dunia jurnalistik. Kita sudah bergeser dari media konvensional yang memiliki tenggat waktu sore hari, menuju media digital seperti website dan media sosial yang serba cepat dan menuntut pelaporan berita secara real-time atau dalam hitungan menit pasca-kejadian," ungkap Asef.

Menurutnya, berita kelembagaan yang kredibel harus memuat elemen faktual, aktual (baru), dan luar biasa. Kualitas dan daya tarik berita sangat bergantung pada dampaknya (magnitude) bagi masyarakat luas, tingkat kedekatan (geografis maupun emosional), serta ketokohan figur yang terlibat. Berita yang menyentuh sisi kemanusiaan (human interest), baik itu menyedihkan maupun membanggakan, diyakini akan lebih mudah memikat pembaca.

Asef memberikan panduan teknis agar rilis Bawaslu tidak monoton. Staf humas dapat memvariasikan tulisan melalui gaya straight news (ringkas dan padat untuk acara formal) maupun soft news (bahasa mengalir untuk mengulas sisi unik kegiatan). Penulisan berita diwajibkan menggunakan struktur piramida terbalik, di mana informasi paling krusial diletakkan pada paragraf pertama (lead).

Untuk menjaga keterbacaan, penulis harus melengkapi unsur 5W1H menggunakan kalimat aktif bersusunan Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK). Asef juga memperingatkan tren pembuatan judul yang menjebak.

Terkait penggunaan kutipan (quote), narasumber membedah aturan mainnya. Kutipan langsung wajib menggunakan sudut pandang orang pertama untuk menunjukkan autentisitas hasil wawancara, di mana gaya bahasa lisan narasumber boleh dipertahankan. Sementara kutipan tidak langsung menggunakan bahasa baku dengan sudut pandang orang ketiga, dan pantang mengulang kalimat yang sama persis dengan kutipan langsung agar terhindar dari pemborosan kata.

Agar sebuah press release kelembagaan diminati oleh jurnalis, Asef menyarankan agar rilis dibuat ringkas maksimal dua halaman, memiliki judul subjek email yang memikat, dan selalu menyertakan pernyataan pimpinan yang bernilai kutip (quotable).

"Saya mengimbau penulis agar tidak sepenuhnya mengandalkan AI seperti ChatGPT dalam memproduksi naskah berita secara utuh. Gaya bahasanya sering kali terasa sangat kaku dan mudah dikenali sebagai tulisan mesin. Sebaiknya, AI hanya digunakan sebatas alat bantu atau untuk mencari referensi istilah," pesan Asef.

Lebih jauh, Bawaslu juga dibekali dengan kemampuan memitigasi risiko dari kehadiran oknum yang tidak bertanggung jawab. Lembaga diimbau waspada terhadap oknum media, baik portal website anonim maupun koran terbitan non-rutin, yang sering memuat berita bombastis, mencari-cari celah kesalahan teknis, atau melontarkan pertanyaan jebakan dengan motif pemerasan finansial.

Melalui penguatan kapasitas SDM ini, Bawaslu Kota Magelang diharapkan semakin cakap dan mandiri dalam mempublikasikan kerja-kerja pengawasan pemilu, sekaligus tangguh dalam menghadapi dinamika disinformasi maupun intervensi oknum media di lapangan.

Penulis : Humas