Bawaslu Kota Magelang Jalin Kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan untuk Perkuat Literasi Kepemiluan
|
Kota Magelang — Bawaslu Kota Magelang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif dan literasi kepemiluan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi dan silaturahmi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) di wilayah Kota Magelang yang dilaksanakan pada masa non-tahapan pemilu.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bawaslu Kota Magelang baru pertama kali dilaksanakan. DWP menyatakan dukungannya terhadap program-program Bawaslu, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kepemiluan dan pengawasan pemilu.
Bawaslu Kota Magelang menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membangun kerja sama strategis dengan DWP. Saat ini, Bawaslu memiliki program membumikan literasi kepemiluan, mengingat masih terdapat sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih dalam pemilu. Sebagai lembaga pengawas pemilu yang inklusif, Bawaslu menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk anggota Dharma Wanita Persatuan.
Dalam diskusi tersebut, Bawaslu Kota Magelang mengajak anggota DWP untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu serta melaporkan apabila menemukan potensi pelanggaran atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan kepemiluan. Disampaikan pula bahwa seluruh anggota masyarakat, termasuk ibu-ibu anggota DWP, merupakan bagian dari daftar pemilih, sehingga penting untuk memastikan diri dan anggota keluarga telah terdaftar sebagai pemilih. Apabila terdapat warga yang belum terdaftar, Bawaslu membuka ruang pelaporan dan pengaduan untuk ditindaklanjuti, mengingat hak memilih merupakan bagian dari hak asasi manusia.
Bawaslu Kota Magelang juga memberikan pemahaman bahwa pihaknya menerima seluruh laporan dan aduan terkait kepemiluan, termasuk laporan mengenai kesalahan pemasangan alat peraga kampanye (APK). Pengawasan pemilu ditegaskan sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, disampaikan bahwa pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 di Kota Magelang telah berjalan dengan lancar. Meski demikian, Bawaslu Kota Magelang terus berupaya melakukan edukasi dan literasi kepemiluan agar masyarakat memahami pentingnya pemilu sebagai sarana menentukan pemimpin, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam masa non-tahapan pemilu ini, Bawaslu Kota Magelang secara aktif melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk Dharma Wanita Persatuan, sebagai bagian dari upaya membumikan literasi kepemiluan di tengah masyarakat. Bawaslu juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang pemilu semata sebagai rutinitas lima tahunan, melainkan sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi.
Pada akhir pertemuan, Bawaslu Kota Magelang menyampaikan keterbukaannya untuk terus berdiskusi dan bersilaturahmi, serta menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Dharma Wanita Persatuan. DWP pun menyatakan kesediaannya untuk mendukung dan bekerja sama dengan Bawaslu Kota Magelang dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Penulis : Diany Sukma Pratiwi