Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Magelang Angkat Isu Budaya Politik dalam Program NGASEP di Magelang FM

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan NGASEP bertempat di Magelang FM dengan Narasumber Maludin Taufiq dan Susilo Anggoro

Bawaslu Kota Magelang Mengadakan NGASEP bertempat di Magelang FM dengan Narasumber Maludin Taufiq dan Susilo Anggoro

Kota Magelang – Bawaslu Kota Magelang kembali menggelar program NGASEP (Ngobrol Asik Seputar Pemilu) dengan tema “Pengaruh Budaya Politik Terhadap Pemilu di Kota Magelang” pada 9 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Magelang Maludin Taufiq dan Pegiat Kebudayaan Kota Magelang Susilo Anggoro sebagai narasumber, serta dipandu oleh Ayu EL selaku host Magelang FM.

Dalam dialog yang disiarkan melalui Radio Magelang FM tersebut, berbagai perspektif mengenai hubungan antara budaya masyarakat dan kualitas demokrasi dibahas secara mendalam. Diskusi menyoroti bagaimana budaya politik dapat mempengaruhi perilaku pemilih, integritas proses pemilu, serta kualitas pemimpin yang dihasilkan.

Ketua Bawaslu Kota Magelang Maludin Taufiq menjelaskan bahwa budaya politik pada dasarnya memiliki makna positif, yaitu mencerminkan etika, kesopanan, dan nilai-nilai baik dalam praktik politik. Namun dalam beberapa dekade terakhir, sebagian praktik politik justru bergeser ke arah negatif, salah satunya melalui praktik politik uang yang semakin dianggap sebagai kebiasaan.

“Budaya politik seharusnya memaknai hal-hal yang positif dalam politik. Namun yang menjadi keprihatinan adalah ketika praktik yang tidak baik, seperti politik uang, justru dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan seolah-olah membudaya,” jelas Maludin.

Maludin juga menegaskan bahwa politik uang dapat merusak berbagai aspek penyelenggaraan pemilu, bahkan berpotensi mempengaruhi integritas penyelenggara maupun masyarakat jika tidak diantisipasi secara bersama. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk menolak praktik tersebut demi menjaga kualitas demokrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Susilo Anggoro sebagai pegiat budaya menilai bahwa budaya masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku politik. Menurutnya, budaya yang baik akan mendorong masyarakat untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

Maludin juga menyoroti bahwa praktik politik uang dapat merugikan proses demokrasi karena berpotensi mengalahkan kandidat yang sebenarnya memiliki kapasitas dan pengalaman lebih baik. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan.

Selain itu, diskusi juga menyinggung peran budaya lokal seperti musyawarah, gotong royong, dan kebersamaan yang masih kuat dalam masyarakat Jawa. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat menjadi modal sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu jika dikelola dengan baik.

Maludin Taufiq menambahkan bahwa peningkatan literasi politik masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas pemilu. Melalui program sosialisasi, edukasi kepemiluan, serta keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi subjek yang aktif menentukan arah kepemimpinan.

“Sebagai pemilih, masyarakat seharusnya menyadari bahwa mereka adalah penentu dalam proses demokrasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami hak dan perannya dalam pemilu,” ujarnya.

Melalui kegiatan NGASEP ini, Bawaslu Kota Magelang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya budaya politik yang sehat serta berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu. Dialog publik seperti ini juga diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bersama dalam membangun demokrasi yang lebih berkualitas di Kota Magelang.

Penulis : Humas