Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Pemilih Pemula, Bawaslu Kota Magelang Ajak Siswa SMK 17 Tolak Politik Uang dan Pantau Netralitas ASN

Bawaslu Kota Magelang mengadakan Bawaslu Goes to School bersama Siswa SMK 17 Kota Magelang

Bawaslu Kota Magelang mengadakan Bawaslu Goes to School bersama Siswa SMK 17 Kota Magelang

Kota Magelang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang terus menggencarkan program Konsolidasi Demokrasi guna merangkul pemilih pemula. Melalui program "Bawaslu Goes to School", Bawaslu hadir menyapa 60 siswa-siswi SMK 17 Kota Magelang dengan membawa dua isu krusial kepemiluan: Bahaya Politik Uang dan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 21 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung edukatif dan interaktif ini dihadiri langsung oleh pimpinan Bawaslu Kota Magelang, yakni Ketua Bawaslu Maludin Taufiq, bersama dua Anggota Bawaslu, Abdul Qahir Zakariya dan Sylvia Ayu Paramita. Turut mendampingi dalam kelancaran acara empat staf fasilitator Bawaslu, yaitu Desti, Imam, Reny, dan Irfan.

Dalam pemaparannya, Bawaslu memberikan pemahaman mendalam kepada para pelajar bahwa politik uang (money politics) bukanlah sekadar bentuk pelanggaran pidana pemilu biasa.

Selain itu, siswa diajak berpikir kritis terkait urgensi netralitas ASN. Bawaslu menekankan bahwa seluruh abdi negara, termasuk guru yang berstatus ASN, dilarang keras menunjukkan keberpihakan pada politik praktis demi menjaga pelayanan publik yang profesional, adil, dan tidak diskriminatif.

Agar materi regulasi yang kaku menjadi lebih mudah dicerna oleh Gen-Z, Bawaslu mengontekstualisasikan nilai-nilai demokrasi ke dalam dinamika lingkungan sekolah. Salah satunya melalui simulasi Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Proses suksesi Ketua OSIS diwujudkan sebagai laboratorium mini berdemokrasi. Para siswa didorong mempraktikkan langsung sikap penolakan terhadap segala bentuk "politik uang" ala sekolah, seperti praktik suap, pemberian hadiah, atau iming-iming jajanan dari kandidat tertentu. Para pelajar diarahkan untuk memilih pemimpin OSIS secara rasional dan objektif, bertumpu pada visi, misi, dan kapabilitas kandidat layaknya prinsip pemilu Luberjurdil.

Untuk menumbuhkan keberanian dan semangat pengawasan partisipatif sejak dini, Bawaslu juga mengampanyekan gerakan "Jangan Lupa Lapor Bawaslu". Siswa dibekali alur mekanisme pelaporan yang aman dan terjamin kerahasiaannya apabila mereka menemui indikasi pelanggaran di sekitarnya—baik berupa pembagian sembako/uang maupun oknum ASN yang tidak netral.

Menyesuaikan dengan gaya komunikasi anak muda, edukasi ini diselingi dengan pemutaran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berisikan pesan moral kepemiluan. Sesi ini disambung dengan kuis interaktif yang menguji daya serap siswa terkait fungsi Bawaslu, netralitas ASN, dan bahaya politik uang. Bagi siswa yang berani dan tepat menjawab, Bawaslu memberikan apresiasi berupa suvenir edukasi. Pendekatan ini dinilai sangat efektif untuk membangun kedekatan emosional antara lembaga pengawas pemilu dengan pemilih pemula.

Menyongsong Pemilu 2029, kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial semata. Bawaslu Kota Magelang dan SMK 17 Kota Magelang menyepakati di antaranya peningkatan kerja sama untuk menginternalisasikan nilai anti-politik uang secara langsung pada pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS di masa mendatang, pembinaan berkelanjutan bagi siswa-siswi potensial untuk dijadikan pionir/kader pengawas partisipatif di lingkungan keluarga dan teman sebaya, mendorong para pelajar untuk aktif di media sosial sebagai agen literasi kepemiluan, menyebarkan ILM Bawaslu, dan melawan hoaks maupun pragmatisme politik di dunia maya, melakukan evaluasi berkala terhadap metode Bawaslu Goes to School agar pemanfaatan media audiovisual, games, dan pendekatan interaktif terus disempurnakan sesuai dengan tren komunikasi pemilih Gen-Z.

Penulis : Humas